Friday, February 4, 2011

You Are My Sunshine

Bukan mahu menyalahkan takdir... Tapi perginya dia ketika kami semua sangat memerlukan dia... Perginya dia ketika aku sangat-sangat mahukan dia mewalikan aku ketika pernikahan nanti. Perginya dia ketika aku mahu dia melihat aku berumah tangga. Perginya dia ketika belum sempat aku memberi wang gaji pertamaku. Perginya dia ketika kami rancak membuat persiapan perkahwinan.

Perginya dia membuatkan jiwa aku terlalu kosong. Dia yang selama ini tempat aku bertanyakan itu dan ini... Dia yang selama ini tempat aku meminta nasihat. Dia yang selama ini tempat aku bercerita segalanya. Tentang kawan-kawan... tentang tempat kerja...

Kosongnya jiwa ku ini... Kosong lagi jiwa bunda ku... Hilangnya tempat mengadu...hilangnya teman hidup... hilangnya teman tidur... hilangnya teman meluahkan perasaan.. hilangnya sahabat baik seumur hidup...

Takkan ada lagi kedengaran panggilan ayah di rumah... Takkan ada lagi kedengaran bundaku memanggil abang... Takkan ada lagi semua itu...
Sebaknya dada aku... Hilangnya semangat aku... Seperti ada sesuatu yang tersangkut di kerongkong ni.. Ku tahankan air mata ini dari jatuh. Aku harus kuat untuk bundaku... Kami kini tempat dia bergantung... Segalanya bagai disentap... Tapi kami redha...
Sayangnya kami pada dia... Sayang lagi Allah kepada dia...

Semoga Allah menempatkan dia di kalangan orang-orang yang beriman... Dia mempunyai empat orang anak yang dia berjaya besarkan dengan didikan agama yang baik... Hanya doa dari kami sebagai penghubung...

Tenanglah ayah di sana... Kami akan jaga mama baik-baik...segala pesan ayah kami akan ingat sampai bila-bila... Ayah adalah matahari kami... Perginya ayah suramlah dunia kami...




p/s : Al-fatihah.... Baru ku tahu kenapa ayah x pernah benarkan kami bekerja jauh2...

1 comment:

  1. He Knows Best.. Fairuz, Kakak, Jaja ngan Zira kena jaga Mama baik2 yer.. Kamu adik-beradikla semangat Mama sekarang ni... Moga roh arwah tenang di sana, Al-Fatihah....

    ReplyDelete